Video ini merangkum program pengabdian masyarakat dari Telkom University di Desa Citimun, Kabupaten Sumedang, yang berfokus pada implementasi teknologi irigasi otomatis berbasis LoRa.
Berikut adalah poin-poin utama kegiatannya:
Tahap Awal: Program dimulai dengan pertemuan bersama Kepala Dusun Desa Citimun untuk membangun kerja sama (0:13 - 0:28).
Pembuatan Sistem: Tim telah merakit perangkat irigasi yang terdiri dari ESP32, sensor suhu, sensor kelembaban tanah, solenoid valve, dan modul LoRa sebagai media komunikasi jarak jauh (0:30 - 0:45).
Implementasi: Sistem akan dipasang pada lahan percontohan seluas 200 m², yang memungkinkan penyiraman otomatis berdasarkan data sensor atau kontrol manual melalui aplikasi (0:49 - 1:04).
Pelatihan: Kedepannya, akan diadakan pelatihan bagi 45 anggota Karang Taruna Citra Karya yang mencakup teori dasar, praktik perakitan, hingga penggunaan aplikasi monitoring (1:06 - 1:21).
Teknologi LoRa (Long Range) menjadi pilihan populer untuk sistem irigasi cerdas di lahan pertanian karena beberapa keunggulan utamanya:
Keunggulan Teknologi LoRa
Komunikasi Jarak Jauh: Sesuai namanya, LoRa mampu mengirimkan data sensor kelembaban tanah atau suhu dalam jarak yang sangat jauh, sehingga sangat cocok untuk lahan pertanian yang luas.
Konsumsi Daya Rendah: Perangkat berbasis LoRa sangat hemat energi, memungkinkan sensor bekerja dalam waktu lama tanpa perlu sering mengganti baterai atau membutuhkan pasokan listrik besar di tengah lahan.
Solusi di Daerah Terpencil: Teknologi ini bekerja secara nirkabel dan tidak bergantung pada jaringan internet seluler, sehingga sangat ideal untuk area pedesaan atau daerah pertanian yang memiliki cakupan sinyal internet terbatas.
Efisiensi Manajemen Air: Dengan integrasi sensor, sistem dapat memberikan data akurat untuk penyiraman otomatis yang lebih efisien dan terukur sesuai kebutuhan tanaman.
Sebagaimana yang disebutkan dalam video, penggunaan LoRa di Desa Citimun (0:28) menjadi media komunikasi jarak jauh untuk menghubungkan sensor dengan sistem ESP32 yang mengatur solenoid valve secara otomatis.
Aplikasi monitoring pada sistem irigasi berbasis LoRa dan ESP32 bekerja sebagai antarmuka untuk memantau sekaligus mengendalikan lahan pertanian secara jarak jauh. Berikut adalah alur cara kerjanya:
Pengumpulan Data Sensor: ESP32 yang terpasang di lahan secara terus-menerus membaca kondisi lingkungan melalui sensor suhu dan sensor kelembapan tanah (0:38 - 0:42).
Transmisi Data via LoRa: Data hasil pembacaan sensor tersebut dikirimkan oleh modul LoRa melalui gelombang radio jarak jauh menuju gateway atau unit penerima, yang kemudian meneruskan informasi tersebut ke server atau aplikasi (0:42 - 0:45).
Visualisasi & Monitoring: Pengguna dapat melihat data real-time (seperti tingkat kelembapan tanah) melalui aplikasi di smartphone atau komputer. Aplikasi ini berfungsi sebagai pusat informasi bagi petani untuk mengetahui kapan lahan membutuhkan penyiraman.
Kontrol Otomatis & Manual: Sistem dirancang agar penyiraman berjalan secara otomatis berdasarkan nilai ambang batas sensor (misalnya, jika tanah terlalu kering, pompa akan menyala). Selain itu, pengguna juga dapat memberikan perintah manual melalui aplikasi untuk membuka atau menutup solenoid valve (katup air) kapan saja diperlukan (0:57 - 1:04).



Posting Komentar