Video ini membahas pengembangan INADSys, sebuah Sistem Anti-Drone inovatif yang dirancang untuk menonaktifkan kendali radio drone secara tidak sah melalui teknik jamming (gangguan sinyal) multi-frekuensi (0:21 - 0:31).
Poin-poin Utama Pengembangan:
Kolaborasi Riset: Proyek ini merupakan hasil kerja sama antara tim riset Intelligent Sensing IoT dari Telkom University dengan mitra industri, PT Radar Telekomunikasi Indonesia (PT RTI), melalui program Kedaireka Matching Fund (0:07 - 0:18).
Kemampuan Teknis: Sistem ini dilengkapi dengan fitur jamming omnidireksional dan direksional, sehingga mampu bekerja di berbagai rentang frekuensi untuk menghentikan operasional drone yang tidak tepat (0:31 - 0:39).
Fokus Tahun Kedua (2025): Saat ini, tim sedang melakukan penyempurnaan purwarupa berdasarkan masukan pengguna, mencakup desain casing yang lebih relevan untuk lapangan, optimasi jangkauan, serta perbaikan antarmuka (interface) (0:42 - 1:03; 1:49 - 1:57).
Peran Mitra Industri: PT RTI mendukung penuh aspek fabrikasi, alokasi sumber daya, pengujian lapangan, serta sosialisasi produk kepada calon pengguna (1:08 - 1:21).
Pendidikan & Hilirisasi: Program ini juga melibatkan mahasiswa melalui magang MBKM dan sedang menyiapkan dokumen kekayaan intelektual serta model bisnis agar inovasi ini memiliki keberlanjutan ekonomi (1:26 - 1:34; 1:59 - 2:13).
Pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan sistem anti-drone ini adalah:
Tim Peneliti Telkom University: Khususnya dari pusat riset Intelligent Sensing IoT (PUPT) yang bertanggung jawab atas perancangan dan pengembangan sistem (0:07-0:12, 2:03-2:06).
PT Radar Telekomunikasi Indonesia (PT RTI): Sebagai mitra industri yang berkontribusi dalam fabrikasi, alokasi anggaran, sumber daya, pengujian lapangan, serta penyusunan dokumen bisnis (0:12-0:15, 1:08-1:17, 2:11-2:13).
Mahasiswa: Peserta program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) yang dilibatkan melalui magang industri di PT RTI untuk membantu berbagai aktivitas dalam program ini (1:26-1:34).
INADSys adalah sistem anti-drone yang dikembangkan oleh tim riset Intelligent Sensing IoT Telkom University bekerja sama dengan PT Radar Telekomunikasi Indonesia. Berikut adalah fitur dan karakteristik utama dari sistem tersebut:
Fungsi Jamming Multi-Mode: Sistem ini dirancang untuk menonaktifkan kendali radio drone menggunakan fitur omnidireksional dan direksional jamming (0:31-0:36, 1:41-1:45).
Operasional Multi-Frekuensi: Perangkat ini mampu bekerja pada wilayah multi-frekuensi untuk menghentikan penggunaan drone yang tidak tepat (0:36-0:39).
Penyempurnaan Desain dan Antarmuka: Dalam tahap pengembangan tahun kedua (2025), tim berfokus pada perbaikan desain casing agar lebih relevan untuk penggunaan di lapangan, optimasi jangkauan operasional, serta pengembangan sistem antarmuka (interface) (0:53-1:03, 1:49-1:57).
Dukungan Industri: Pengembangan ini didukung oleh PT RTI yang berkontribusi pada fabrikasi purwarupa, pengujian di lapangan, serta sosialisasi produk kepada calon pengguna (1:08-1:21).



Posting Komentar